Seringkali kita memberikan anak kita nama yang indah dan memiliki arti yang mendalam. Harapannya tentu saja sang anak bisa memiliki perilaku dan kepribadian sesuai dengan namanya. Tapi kenyataannya, banyak orang yang kemudian berprilaku jauh dari makna namanya.
Sebut saja Raja Ptolomeus II dari Mesir. Raja yang berkuasa pada tahum 285 SM sampai 246 SM ini bernama asli Philadephus yang berarti penyayang saudara. Kenyataannya, justru semasa hidupnya dia telah membunuh dua orang saudara laki-lakinya.
Ada lagi raja Mesir yang bernama Ptolomeus IV. Ptolomeus yang nama aslinya bernama Philopator memiliki arti penyayang ayah. Kenyataanya, raja yang berkuasa sekitar tahun 221-203 SM ini justru membunuh ayah kandungnya sendiri.
Maka wajarlah ketika seseorang mengatakan apalah arti sebuah nama. Jadi, masihkan nama menjadi sesuatu yang Sakral????
Sebut saja Raja Ptolomeus II dari Mesir. Raja yang berkuasa pada tahum 285 SM sampai 246 SM ini bernama asli Philadephus yang berarti penyayang saudara. Kenyataannya, justru semasa hidupnya dia telah membunuh dua orang saudara laki-lakinya.
Ada lagi raja Mesir yang bernama Ptolomeus IV. Ptolomeus yang nama aslinya bernama Philopator memiliki arti penyayang ayah. Kenyataanya, raja yang berkuasa sekitar tahun 221-203 SM ini justru membunuh ayah kandungnya sendiri.
Maka wajarlah ketika seseorang mengatakan apalah arti sebuah nama. Jadi, masihkan nama menjadi sesuatu yang Sakral????

0 komentar:
Posting Komentar